Monday, March 28, 2011 Media Penghubung dalam Jaringan


MACAM-MACAM MEDIA PENGHUBUNG DALAM JARINGAN

A. ROUTER
Router adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari stack protokol tujuh-lapis OSI.
Fungsi
Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch. Switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN).
Sebagai ilustrasi perbedaan fungsi dari router dan switch adalah:
switch merupakan suatu jalanan, dan router merupakan penghubung antar jalan. Masing-masing rumah berada pada jalan yang memiliki alamat dalam suatu urutan tertentu. Dengan cara yang sama, switch menghubungkan berbagai macam alat, dimana masing-masing alat memiliki alamat IP sendiri pada sebuah LAN.
Router sangat banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi protokol TCP/IP, dan router jenis itu disebut juga dengan IP Router. Selain IP Router, ada lagi AppleTalk Router, dan masih ada beberapa jenis router lainnya. Internet merupakan contoh utama dari sebuah jaringan yang memiliki banyak router IP. Router dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebih besar, yang disebut dengan internetwork, atau untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya. Router juga kadang digunakan untuk mengoneksikan dua buah jaringan yang menggunakan media yang berbeda (seperti halnya router wireless yang pada umumnya selain ia dapat menghubungkan komputer dengan menggunakan radio, ia juga mendukung penghubungan komputer dengan kabel UTP), atau berbeda arsitektur jaringan, seperti halnya dari Ethernet ke Token Ring.
Router juga dapat digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah layanan telekomunikasi seperti halnya telekomunikasi leased line atau Digital Subscriber Line (DSL). Router yang digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah koneksi leased line seperti T1, atau T3, sering disebut sebagai access server. Sementara itu, router yang digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal ke sebuah koneksi DSL disebut juga dengan DSL router. Router-router jenis tersebut umumnya memiliki fungsi firewall untuk melakukan penapisan paket berdasarkan alamat sumber dan alamat tujuan paket tersebut, meski beberapa router tidak memilikinya. Router yang memiliki fitur penapisan paket disebut juga dengan packet-filtering router. Router umumnya memblokir lalu lintas data yang dipancarkan secara broadcast sehingga dapat mencegah adanya broadcast storm yang mampu memperlambat kinerja jaringan.
Jenis-jenis Router
Secara umum, router dibagi menjadi dua buah jenis, yakni:
static router (router statis): adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statis yang diset secara manual oleh para administrator jaringan.
dynamic router (router dinamis): adalah sebuah router yang memiliki dab membuat tabel routing dinamis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungan dengan router lainnya.
Router versus Bridge
Cara kerja router mirip dengan bridge jaringan, yakni mereka dapat meneruskan paket data jaringan dan dapat juga membagi jaringan menjadi beberapa segmen atau menyatukan segmen-segmen jaringan. Akan tetapi, router berjalan pada lapisan ketiga pada model OSI (lapisan jaringan), dan menggunakan skema pengalamatan yang digunakan pada lapisan itu, seperti halnya alamat IP. Sementara itu, bridge jaringan berjalan pada lapisan kedua pada model OSI (lapisan data-link), dan menggunakan skema pengalamatan yang digunakan pada lapisan itu, yakni MAC address.
Lalu, kapan penggunaan bridge jaringan dilakukan dan kapan penggunakan router dilakukan? Bridge, sebaiknya digunakan untuk menghubungkan segmen-segmen jaringan yang menjalankan protokol jaringan yang sama (sebagai contoh: segmen jaringan berbasis IP dengan segmen jaringan IP lainnya). Selain itu, bridge juga dapat digunakan ketika di dalam jaringan terdapat protokol-protokol yang tidak bisa melakukan routing, seperti halnya NetBEUI. Sementara itu, router sebaiknya digunakan untuk menghubungkan segmen-segmen jaringan yang menjalankan protokol jaringan yang berebeda (seperti halnya untuk menghubungkan segmen jaringan IP dengan segmen jaringan IPX.) Secara umum, router lebih cerdas dibandingkan dengan bridge jaringan dan dapat meningkatkan bandwidth jaringan, mengingat router tidak meneruskan paket broadcast ke jaringan yang dituju. Dan, penggunaan router yang paling sering dilakukan adalah ketika kita hendak menghubungkan jaringan kita ke Internet.
Home LAN connected to the Internet WAN
Komputer yang kamu gunakan untuk mengirimkan data tersambung dengan jaringan LAN melalui suatu alat yang dinamakan Hub, Repeater, Bridge, atau Switch, setiap komputer meimiliki alamat sendiri yg dinamakan MAC Address (Media Acces Control) yang ada di Ethernet Card nomor ini bersifat bersifat Unik. Pengiriman data difasilitasi oleh aplikasi yang dijalankan User, Data mengalir menuju PC komputer yg memiliki IP yang sudah dikonfigurasi disetiap aplikasi, selanjutnya data diterima oleh PC yg berfungsi sbg Internet Gateways Router (IGR) melalui aplikasi MidleWare KC, untuk berhubungan dengan dunia luar, seluruh komputer dalam jarigan LAN menggunakan IP Addrees perwakilan (Proxy) yang ditempatkan di IGR tersebut, Paket - paket data tersebut selanjutnya oleh Aplikasi Midleware diteruskan ke IDC melalui MODEM yang berfungsi untuk merubah paket data menjadi signal yang dapat diterima oleh media  jaringan telpon (ADSL = Asymmetrical Digital Subriber Line - Telpon Telkom), dibeberapa daerah mencoba menggunakan teknologi Wireless (CDMA = Code Division Multiple Acces) data terus mengalir menuju alamat MAC Address IDC, dan di sana data diterima dan diolah oleh suatu aplikasi yang dinamakan MidleWare sebagian berinteraksi dengan Data Base yang lainnya dalam bentuk file khusus (data-data keuangan)
Dari gambaran tersebut diatas penyebab permaslahan yg terjadi dapat dimungkinkan karena (Perhatikan huruf yg dicetak tebal ) :
1.         Kondisi Jaringan LAN tidak memadai untuk komunikasi data dengan volume besar,  karena masih menggunakan teknologi Hub dan Repeater, sehingga pengiriman data sangat terbatas dan tidak dapat dalam satu kesatuan waktu (sering terjadi Collision !)
untuk itu harus segera diganti dengan teknologi Switch yang mempunyai kinerja jauh lebih baik (Intelegent Routing), untuk KC Batam sudah diperbaiki.
2.         Aplikasi yang dijalankan belum dikonfigurasikan untuk membaca IP IGR yang menjadi Proxy untuk pengiriman data ke IDC, IP Lokal dalam setiap aplikasi menggunakan IP IGR dimana aplikasi midleware terinstal, warna hijau pada label Connection menunjukan tersambungnya antara aplikasi di PC dengan MidleWare di IGR Bukan PC dengan IDC .
3.         Aplikasi Midleware KC belum dijalankan/diinstall dan dikonfigurasikan dengan IP Destination IDC, sehingga paket data tidak sampai ke alamat tujuan.
4.         IGR tidak berfungsi sebagai regulator karena konfigurasi masih stand Alone atau internet tidak di share di PC tersebut.
5.        Koneksi Intenet Terputus atau tidak stabil sehingga terjadi kegagalan dalam proses  Packaging Paket dan Framing data oleh MidleWare, terputusnya koneksi ke internet dari IGR tidak merubah tampilan warna Hijau pada aplikasi, tetapi pada Icon koneksi di IGR.
6.         Modem tidak bekerja baik untuk merubah paket data menjadi Package yang dapat diteruskan melalui media komunikasi yang digunakan (ADSL atau CDMA), standard modem yang digunakan memiliki kemampuan modulator dan demodulator 56 Kbps.
Analogi Router dan Switch
Sebagai ilustrasi perbedaan fungsi dari router dan switch adalah switch merupakan suatu jalanan, dan router merupakan penghubung antar jalan. Masing-masing rumah berada pada jalan yang memiliki alamat dalam suatu urutan tertentu. Dengan cara yang sama, switch menghubungkan berbagai macam alat, dimana masing-masing alat memiliki alamat IP sendiri pada sebuah LAN.
Router sangat banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi protokol TCP/IP, dan router jenis itu disebut juga dengan IP Router. Selain IP Router, ada lagi AppleTalk Router, dan masih ada beberapa jenis router lainnya. Internet merupakan contoh utama dari sebuah jaringan yang memiliki banyak router IP. Router dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebih besar, yang disebut dengan internetwork, atau untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya. Router juga kadang digunakan untuk mengoneksikan dua buah jaringan yang menggunakan media yang berbeda (seperti halnya router wireless yang pada umumnya selain ia dapat menghubungkan komputer dengan menggunakan radio, ia juga mendukung penghubungan komputer dengan kabel UTP), atau berbeda arsitektur jaringan, seperti halnya dari Ethernet ke Token Ring.
Router juga dapat digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah layanan telekomunikasi seperti halnya telekomunikasi leased line atau Digital Subscriber Line (DSL). Router yang digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah koneksi leased line seperti T1, atau T3, sering disebut sebagai access server. Sementara itu, router yang digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal ke sebuah koneksi DSL disebut juga dengan DSL router. Router-router jenis tersebut umumnya memiliki fungsi firewall untuk melakukan penapisan paket berdasarkan alamat sumber dan alamat tujuan paket tersebut, meski beberapa router tidak memilikinya. Router yang memiliki fitur penapisan paket disebut juga dengan packet-filtering router. Router umumnya memblokir lalu lintas data yang dipancarkan secara broadcast sehingga dapat mencegah adanya broadcast storm yang mampu memperlambat kinerja jaringan.
B.  REPAITER
Repaiter  adalah suatu perangkat computer yang berfungsi untuk memulihkan data yang mengalami cacat pada saat proses pengiriman dan penerimaan data. Repaiter juga berfungsi sebagai penguat sinyal dari kabel misalnya pada jaringan LAN .panjang kabel tesebut + 100 meter untuk dapat menguatkan sinyal dari kabel tersebut dapat di gunakan untuk perangkat tanbahan repeater   
C.  BRIDGE
Bridge adalah merupakan suatu perangkat computer yang digunakan untuk menghubungkan dua topologi atau jaringan yang berbeda.peragkat ini berfungsi menbagi sebuah jaringan hingah menjadi duabuah jaringan. Bridge mangatur informasi di antara kedua sisi network agar dapat berjalan dengan baik dan teratur kemampuan brige lainya adalah untuk mengkoneksi network denagan tipe kabel atau to;pologi yang berbeda . 


D.  BROUTER
Brouter adalah merupakan salah satu piranti computer yang bertindak sebagai bridge maupun router.
E.  GATE WAI
Gate wai adalah merupakan salah satu piranti atau perangkat computer yang menghubungkan dua buah jaringan yang memiliki protocol yang berbeda.

F.  HUB

          Hub  berfungsi untuk menyatukan kabel – kabel network setiap komputer client,server dan perangkat lainya ,seperti kabel modem .
Hub terdiri dari beberapa port atau slot konektor yang telah menpunyai nomor hub di bagi menjadi dua jenis :
-hub pasif
-hub aktif
Dalam topologi strat computer yang menggunakan kabel twisted pair di hubungkan dalam hub.
Hub yang beredar mulai dari hub port 8,12,24  dan 32dengan konektor RJ-45 biasanya hub di gunakan untuk topologi start.





Digg it StumbleUpon del.icio.us

0 Komentar:

Post a Comment

 
Copyright 2010 Berbagi Info
Carbon 12 Blogger template by Blogger Bits. Supported by Bloggermint