Dasar-dasar Pascal
Struktur Program Pascal
Struktur dari suatu program Pascal terdiri dari sebuah judul program (program heading) dan suatu blok program (program block) atau badan program (body program). Blok program dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian deklarasi (declaration part) dan bagian pernyataan (statement part). Bagian Deklarasi dapat terdiri dari deklarasi label (labels declaration), deklarasi konstanta (constants declaration), deklarasi tipe (type declaration), deklarasi variabel (variables declaration), deklarasi prosedur (procedures declaration) dan deklarasi fungsi (function declaration). Secara ringkas, struktur suatu program Pascal dapat terdiri dari:
1. Judul Program
2. Blok Program
a. Bagian Deklarasi
Deklarasi label
Deklarasi konstanta
Deklarasi tipe
Deklarasi variabel
Deklarasi prosedur
Deklarasi fungsi
b. Bagian Pernyataan
Program Pascal Yang Paling Sederhana
Suatu program Pascal yang paling sederhana adalah program yang hanya terdiri dari sebuah bagian pernyataan saja. Bagian pernyataan (statement part) merupakan bagian yang terakhir dari suatu blok. Bagian ini diawali dengan reserved word Begin dan diakhiri dengan reserved word End. Jadi suatu program Pascal yang paling sederhana dapat berbentuk :
Begin
End.
End.
Blok statement harus diawali oleh kata Begin dan diakhiri dengan kata End yang ada titik dibelakangnya (End.). Jangan lupa ya! Sedangkan format umum untuk suatu program biasanya adalah:
Program …
Uses …
Var
… …
Begin
…statement…
End.
Uses …
Var
… …
Begin
…statement…
End.
Kata program boleh ada, boleh tidak (optional). Gunanya untuk memberi nama program saja. Lalu cobalah untuk mengetikkan statement berikut lalu jalankan (Ctrl+F9):
Begin
writeln('Halo Dunia!');
End.
writeln('Halo Dunia!');
End.
Dalam kasus ini kita tidak menggunakan uses dan var. Seharusnya program di atas menghasilkan tulisan ‘Halo’ di layar. Jika terlalu cepat, tekan tombol alt+F5. Kemudian tekan sembarang tombol untuk kembali ke editor Pascal.
Uses
Untuk apakah uses itu? Uses adalah sejenis istilah yang berarti kita menggunakan suatu library (pustaka) tertentu. Lalu sekarang, apakah library itu? Untuk lebih mudah, anggap saja library itu sejenis kotak yang di dalamnya ada perintah-perintah yang kita butuhkan untuk program kita nantinya, seperti clrscr, readkey, keypressed, readln, dsb.
Pertanyaan lagi, mengapa program di atas tidak pakai uses? Karena statement writeln adalah memakai library standar milik TP (unit system), yang tidak perlu ditulis lagi.
Pertanyaan lagi, mengapa program di atas tidak pakai uses? Karena statement writeln adalah memakai library standar milik TP (unit system), yang tidak perlu ditulis lagi.
Oh, ya. Bahasa Pascal bersifat incase-sensitive yang artinya tidak mempedulikan huruf besar atau kecil. Jadi terserah mau menulis kata Begin dengan begin atau BEGIN atau bahkan BeGiN. Tidak masalah koq. Dan jangan lupa, pada umumnya di akhir suatu perintah selalu diakhiri dengan tanda titik koma (;).
Penggunaan Write dan Writeln
Syntax write: write('<kata>');
Syntax writeln: writeln('<kata>');
Untuk lebih jelasnya, ketikkan perintah-perintah berikut ke editor Pascal anda lalu jalankan (Ctrl+F9).
Syntax writeln: writeln('<kata>');
Untuk lebih jelasnya, ketikkan perintah-perintah berikut ke editor Pascal anda lalu jalankan (Ctrl+F9).
Uses crt;
begin
clrscr;
writeln('ini baris pertama');
writeln('ini baris kedua');
write('ini baris ketiga');
write(' ini muncul disampingnya ');
writeln;
write('ini baris keempat');
end.
begin
clrscr;
writeln('ini baris pertama');
writeln('ini baris kedua');
write('ini baris ketiga');
write(' ini muncul disampingnya ');
writeln;
write('ini baris keempat');
end.
Sudah tahukah apa kegunaannya dan apa bedanya? Yang pasti, perintah write hanya menulis saja sedangkan perintah writeln menulis kemudian memindahkan kursor ke baris berikutnya.
Variabel
Variabel bisa diibaratkan sebagai sebuah kantong yang bisa menyimpan sesuatu. Dalam program yang meminta inputan ke user, maka inputannya harus ditampung ke dalam kantong yang bernama variabel ini. Dan kantong ini juga bisa diakses oleh statement program lainnya. Berikut ini adalah berbagai macam tipe variabel.
Nama Tipe | Range | Type |
Shortint | -128 s/d 127 | Integer |
Byte | 0 s/d 255 | Integer |
Integer | -32768 s/d 32767 | Integer |
Word | 0 s/d 65535 | Integer |
Longint | -2146473648 s/d 2146473647 | Integer |
Real | 2.9 e-39 s/d 1.7 e37 | Pecahan |
String | s/d 255 huruf | Non numeric |
Char | 1 huruf saja | Non numeric |
Tipe variabel di atas adalah tipe variabel yang paling sering digunakan. Untuk tipe pecahan, masih ada tipe seperti single, double, extended, dsb. Silahkan pelajari sendiri di help yang tersedia (Ctrl+F1). Berikutnya adalah cara pendeklarasian variabel. Variabel di deklarasikan di blok var. Contoh:
Var
umur : byte;
nama : string;
umur : byte;
nama : string;
Untuk memberikan suatu nilai pada variabel, pada statement masukan perintah:
<Nama_variabel> := <nilai>;
Contoh program:
Var
umur : byte;
sekolah : string;
begin
umur := 20;
sekolah := 'iSTTS';
writeln('Umurku ',umur,' tahun');
writeln('Aku bersekolah di ',sekolah);
end.
umur : byte;
sekolah : string;
begin
umur := 20;
sekolah := 'iSTTS';
writeln('Umurku ',umur,' tahun');
writeln('Aku bersekolah di ',sekolah);
end.
Jalankan dan lihat hasilnya! Lalu bagaimana jika kita ingin meminta inputan dari user. Gunakan perintah read atau readln. Contoh programnya:
Var
umur : byte;
sekolah : string;
begin
write('Umur saya berapa? '); readln(umur);
write('Sekolah saya di mana?'); readln(sekolah);
writeln('Umurku ',umur,' tahun');
writeln('Aku bersekolah di ',sekolah');
readln;
end.
umur : byte;
sekolah : string;
begin
write('Umur saya berapa? '); readln(umur);
write('Sekolah saya di mana?'); readln(sekolah);
writeln('Umurku ',umur,' tahun');
writeln('Aku bersekolah di ',sekolah');
readln;
end.
Jalankan! Jika masukkan inputan lalu tekan enter. Lalu karena pada statement paling akhir program meminta readln. Itu artinya kita harus menekan tombol enter untuk kembali ke editor.
Uses Crt
Crt merupakan suatu unit yang mempunyai beberapa perintah yang dapat kita gunakan dalam hal pengolahan program berbasis teks. Beberapa perintah atau syntax yang memakai library ini adalah:
1. Clrscr : untuk membersihkan layar.
2. Textcolor : memberi warna pada tulisan.
3. TextBackground : memberi warna pada latar belakang tulisan tersebut.
4. GotoXY : memindahkan kursor ke posisi X,Y.
5. Sound, NoSound : membunyikan speaker dan menghentikannya.
6. Delay : menunda pemrosesan program beberapa waktu.
7. Textmode : mengubah besar karakter.
Contoh program :
Uses crt;
Begin
Clrscr;
Textcolor(14);
Textbackground(1);
Gotoxy(10,20);
Writeln('Tulisan kunig di atas biru!')
{penggunaan Sound dan NoSound}
Sound(440); delay(1000); nosound;
End.
Begin
Clrscr;
Textcolor(14);
Textbackground(1);
Gotoxy(10,20);
Writeln('Tulisan kunig di atas biru!')
{penggunaan Sound dan NoSound}
Sound(440); delay(1000); nosound;
End.
Daftar warna:
1: hitam
2: biru
3: cyan
4: merah
5: magenta
6: coklat
7: abu-abu terang
8: abu-abu gelap
9: biru muda
10: hijau muda
11: cyan muda
12: merah muda
13: magenta muda
14: kuning
15: putih
1: hitam
2: biru
3: cyan
4: merah
5: magenta
6: coklat
7: abu-abu terang
8: abu-abu gelap
9: biru muda
10: hijau muda
11: cyan muda
12: merah muda
13: magenta muda
14: kuning
15: putih
Perhitungan matematika
Suatu statement pada blok program bisa digunakan untuk menghitung perhitungan matematika. Perhatikan program berikut:
…
Var
a,b,c : integer;
Begin
a:=1;
b:=5;
{penjumlahan}
c:=a+b;
writeln(c);
{pengurangan}
c:=b-a;
writeln(c);
{perkalian}
c:=a*b;
writeln(c);
{pembagian}
c:=b/a;
writeln(c);
End.
…
Var
a,b,c : integer;
Begin
a:=1;
b:=5;
{penjumlahan}
c:=a+b;
writeln(c);
{pengurangan}
c:=b-a;
writeln(c);
{perkalian}
c:=a*b;
writeln(c);
{pembagian}
c:=b/a;
writeln(c);
End.
…
Div
Adalah pembagian yang selalu menghasilkan bilangan bulat (integer).
Contoh: c:=a div b;
Adalah pembagian yang selalu menghasilkan bilangan bulat (integer).
Contoh: c:=a div b;
Mod
adalah sisa dari pembagian modulo atau remainder yang selalu menghasilkan integer.
Contoh: c:=a mod b;
adalah sisa dari pembagian modulo atau remainder yang selalu menghasilkan integer.
Contoh: c:=a mod b;
Trunc
Pembulatan angka ke bawah. Misalnya angka 5.7 dibulatkan menjadi 5.
Contoh: trunc(c);
Pembulatan angka ke bawah. Misalnya angka 5.7 dibulatkan menjadi 5.
Contoh: trunc(c);
Round
Pembulatan ke nilai integer terdekat, misal 5.6 dibulatkan ke enam. 7.1 dibulatkan menjadi tujuh.
Contoh: round(c);
Pembulatan ke nilai integer terdekat, misal 5.6 dibulatkan ke enam. 7.1 dibulatkan menjadi tujuh.
Contoh: round(c);
| ||||||||||
| ||||||||||
| ||||||||||
| ||||||||||
Powered by !JoomlaComment 3.26
Last Updated ( Tuesday, 24 June 2008 13:59 )
Newsflash
Kata-kata Mutiara: "Manusia dilahirkan untuk hidup dan bukan mempersiapkan hidup." (Boris Pasternak) |
Program Pengolahan Data dengan Menggunakan File
April 27th, 2007 | posted by dj
-------------------------------------------------------{ 1st my tutorial for my friend }{ writen by : m3n_tu4r1 } padang, 19 mei 2003-------------------------------------------------------PENGOLAHAAN DATA DENGAN MENGUNAKAN FILE
---------------------------------------
JENIS FILE :
* FILE TEKS
* FILE SEQUENTIAL
* FILE BINARI
---------------------------------------
JENIS FILE :
* FILE TEKS
* FILE SEQUENTIAL
* FILE BINARI
* Deklarasi file teks
penulisan =
penulisan =
TYPE pengenal = TEXT; {atau} VAR pengenal : TEXT;Penjelasan =
pengenal = variabel file
pengenal = variabel file
* Deklarasi file sequential
penulisan =
penulisan =
TYPE pengenal = FILE of tipe_data; {atau} VAR pengenal : FILE of tipe_data;Penjelasan =
pengenal = variabel file
tipe_data = jenis data yang digunakan
pengenal = variabel file
tipe_data = jenis data yang digunakan
* Deklarasi file binary
penulisan =
penulisan =
TYPE pengenal = FILE; {atau} VAR pengenal : FILE;Penjelasan =
pengenal = variabel file
pengenal = variabel file
<!--halaman#Perintah Operasi File 1-->
1). Mendeklarasikan pengenal yang akan digunakan sebagai variabel file.
1). Mendeklarasikan pengenal yang akan digunakan sebagai variabel file.
sintax : ASSIGN ( Pengenal,'nfile' )parameter :
pengenal = variabel file nfile = nama file fisikcontoh :
USES CRT; VAR mhs : TEXT BEGIN ASSIGN (mhs,'C:\mhs.txt'); . . . END. 2). Membuka berkas baru untuk ditulis dan menempatkan pointer pada awal file.
sintax : REWRITE ( pengenal )parameter :
pengenal = variabel filecontoh :
USES CRT; VAR mhs : TEXT BEGIN ASSIGN (mhs,'C:\mhs.txt'); REWRITE (mhs); . . . END. <!--halaman#Perintah Operasi File 2-->
3). Membuka berkas untuk dibaca & menempatkan pointer pada awal berkas tanpa menghapus data yang sudah ada.
parameter :
parameter :
pengenal = variabel file 4). Merekam data dari variabel data kedalam berkas.
sintax : WRITELN ( pengenal, var data )parameter :
pengenal = variabel filevar data = variabel datacontoh :
USES CRT; VAR mhs : TEXT; nobp : string [6]; nama : string [25]; BEGIN ASSIGN (mhs,'C:\mhs.txt'); REWRITE (mhs); nobp:= '960001'; nama:= 'men_tuari'; WRITELN (mhs,nobp:6,nama:25) . . . END.5. Membaca data dari file dan disimpan ke varibel data
sintax : READLN ( pengenal, var data )parameter :
pengenal = variabel file var data = variabel data contoh :
USES CRT; VAR mhs : TEXT; nobp : string [6]; nama : string [25]; BEGIN ASSIGN (mhs,'C:\mhs.txt'); RESET (mhs); READLN (mhs,nobp:6,nama:25); WRITELN (nobp:6,nama:25); . . . END.<!--halaman#Perintah Operasi File 3-->
6. Memeriksa apakah posisi pointer pada akhir file atau tidak.
~ Bila pada akhir file nilai baliknya adalah TRUE, bila tidak nilainya FALSE
sintax : EOF ( pengenal ); {EOF = End Of File }contoh :
USES CRT; . . . BEGIN . . . WHILE NOT EOF (mhs) DO BEGIN READLN (mhs,nobp:6,nama:25); . . END; . . . END.7. Menutup berkas yang telah dibuka.
sintax : CLOSE (pengenal)contoh :
USES CRT; . . . BEGIN . . . WHILE NOT EOF (mhs) DO BEGIN READLN (mhs,nobp:6,nama:25); . . END; CLOSE (mhs); END.<!--halaman#Contoh 1-->
USES CRT; VAR mhs : TEXT; nobp : string [6]; nama : string [25]; nilai : integer; BEGIN ASSIGN (mhs,'C:\mhs.txt'); REWRITE (mhs); REPEAT {Looping / pengulangan } CLRSCR; {untuk membersihkan layar} GOTOXY (30,5); WRITELN ('DATA MAHASISWA');{GOTOXY(30,5) = letakan krusor di kolom 30 pada baris 5 } GOTOXY (10,7); WRITELN ('No.BP :'); GOTOXY (10,8); WRITELN ('Nama :'); GOTOXY (10,9); WRITELN ('Nilai :'); GOTOXY (30,7); READLN (nobp); IF nobp:=" THEN BREAK ; GOTOXY (30,8); READLN (nama); GOTOXY (30,9); READLN (nilai); WRITELN (mhs, nobp:6,nama:25,nilai); UNTIL FALSE; {akhir dari looping } CLOSE (mhs); END.<!--halaman#Contoh 2-->
USES CRT; VAR mhs : TEXT; nobp : string [6]; nama : string [25]; nilai : integer; nomor : integer; BEGIN ASSIGN (mhs,'C:\mhs.txt'); RESET (mhs); CLRSCR; WRITELN (' DAFTAR NAMA MAHASIWA '); WRITELN ('______________________________________________'); WRITELN ('; NO ; NO.BP ; NAMA MAHASISWA ; NILAI ;'); WRITELN ('______________________________________________'); nomor:= 0; WHILE NOT EOF (mhs) Do BEGIN READLN (mhs,nobp:6,nama:25,nilai:5 ); nomor:= nomor + 1; WRITELN (';',nomor:3,';',nobp:6,';',nama:25,';',nilai:5,';'); END; WRITELN ('______________________________________________'); CLOSE (mhs); END.Program 3 menentukan bilangan terbesar (dengan if)
April 27th, 2007 | posted by dj
Ini adalah program terakhir untuk mematangkan penggunaan kondisi if. Pernah kah kalian membuat program dengan susah payah tetapi setelah ditunjukkan dengan orang lain, mereka bilang "Hanya gitu doank kerjanya?". He he he... sakit hati emang :-(, kalo bisa rasanya pengen nimpuk tu orang dengan hardisk SEAGATE BARACUDA 80 giga lima biji :)). Ini salah satu program yang panjang, tapi fungsinya... yaa... gitulah :D
1: Program BilanganTerbesar; 2: Var bil1, bil2, bil3 :real; 3: Begin 4: Write('Masukkan Bilangan Pertama : ');Readln(bil1); 5: Write('Masukkan Bilangan Kedua : ');Readln(bil2); 6: Write('Masukkan Bilangan Ketiga : ');Readln(bil3); 7: If (bil1=bil2) and (bil2=bil3) then 8: Writeln('Semua bilangan yang anda masukkan samabesar ', bil1:0:0) 9: Else If (bil1=bil2) or (bil1=bil3) or (bil2=bil3)then10: Begin11: If bil1=bil2 then12: Begin13: Writeln('Bilangan Pertama dan Kedua AdalahSama');14: If Bil1 < bil3 then15: Writeln('Bilangan Terbesar Adalah ',bil3:0:0)16: Else17: Writeln('Bilangan Terbesar Adalah ',bil1:0:0)18: End19: Else If bil1=bil3 then20: Begin21: Writeln('Bilangan Pertama dan Ketiga AdalahSama');22: If Bil1 < bil2 then23: Writeln('Bilangan Terbesar Adalah ',bil2:0:0)24: Else25: Writeln('Bilangan Terbesar Adalah ',bil1:0:0)26: End27: Else If bil2=bil3 then28: Begin29: Writeln('Bilangan Kedua dan Ketiga AdalahSama');30: If Bil1 < bil3 then31: Writeln('Bilangan Terbesar Adalah ',bil3:0:0)32: Else33: Writeln('Bilangan Terbesar Adalah ',bil1:0:0)34: End35: End36: Else If bil1 > bil2 then37: Begin38: If bil1 > bil3 then39: Writeln('Bilangan terbesar adalah ',bil1:0:0)40: Else41: Writeln('Bilangan terbesar adalah ',bil3:0:0);42: End43: Else If bil1 < bil2 then44: Begin45: If bil2 > bil3 then46: Writeln('Bilangan terbesar adalah ',bil2:0:0)47: Else48: Writeln('Bilangan terbesar adalah ',bil3:0:0);49: End;50: readln;51: End. BY:
ECHAN @RIEL
Belajar Program Komputer
Maaf jika artikel yang saya muat tidak sebagus yang anda suruh
Bab 1 Mengenal Tampilan Turbo pascal
Bab 1 Mengenal Tampilan Turbo Pascal | ||
PENDAHULUAN | ||
Menu Turbo Pascal Turbo Pascal memiliki 7 buah menu utama yang terdiri dari : File, Edit, Run, Compile, Options, Debug, dan Break / Watch. Untuk memilih salah satu dari menu itu anda bisa menekan tombol Alt + F (untuk memanggil menu file), atau menekan Alt + [huruf pertama dari menu]. Jika anda ingin kembali ke menu utama anda bisa saja menekan tombol F10, untuk pindah dari menu satu ke menu yang lain anda juga bisa menekan panah kanan atau panah kiri. Contohnya ketika anda berada di menu File maka untuk pindah ke menu Compile anda cukup menggunakan tombol panah kanan atau panah kiri , dan anda juga bisa langsung menekan huruf C. Untuk menutup menu anda bisa menggunakan tombol Esc. Sebetulnya akan lebh mudah jika memanggil sebuah menu dengan menggunakan hotkey, table dibawah ini adalah hotkey yang digunakan dalam turbo pascal : | ||
Kunci | Fungsi | Ekivalen menu |
F1 | Mengaktifkan jendela pertolongan. | File / Save |
F2 | Menyimpan berkas yang ada pada editor. | File / Load |
F3 | Memanggil program kedalam editor. | Run / Go to cursor |
F4 | Mengeksekusi program sampai posisi kursor. | Run / Trace into |
F5 | Memperbesar atau memperkecil jendela yang aktif. | Compile / Make |
F6 | Mengganti jendela yang aktif. | File / Pick |
F7 | Melacak kedalam subrutin. | File / user screen |
F8 | Melompati pemanggil subrutin. | Compile |
F9 | Mengaktifkan perintah ‘Make’ | Run / Program reset |
F10 | Berpindah dari menu-menu ke jendela yang aktif. | |
Alt + F1 | Memanggil jendela pertolongan yang terakhir dibaca. | |
Alt + F3 | Memilih berkas untuk dimuat. | |
Alt + F5 | Memperlihatkan hasil eksekusi. | |
Alt + F6 | Mengganti isi jendela yang aktif. | |
Alt + F9 | Mengkompilasi program. | |
Alt + B | Mengaktifkan menu Break / Watch. | |
Alt + C | Mengaktifkan menu compile. | |
Alt + D | Mengaktifkan menu debug. | |
Alt + E | Mengaktifkan editor. | |
Alt + F | Mengakaktifkan menu file. | |
Alt + O | Mengaktifkan menu option. | |
Alt + R | Mengaktifkan menu run. | |
Alt + X | Keluar dari Turbo Pascal dan kembali ke DOS. | |
Ctrl + F1 | Menampilkan menu pertolongan bahasa. | |
Ctrl + F2 | Menghentikan pembetulan. | |
Ctrl + F3 | Menampilkan isi tumpukan. | Debug / Call Stack |
Ctrl + F4 | Melakukan penghitungan atau mengubah nilai peubah.. | Debug / Evaluate |
Ctrl + F7 | Menambahkan ungkapan pada jendela watch. . | B / Add Watch |
Ctrl + F8 | Toggles Breakpoint.. | B / Toggle breakpoint |
Ctrl + F9 | Menjalankan program.. | Run / Run |
Ctrl + F10 | Menampilkan versi layar monitor. | |
Nah, itu tadi adalah beberapa hotkey yang ada pada Turbo Pascal, sekarang kita langsung aja yah mempelajari menu di Turbo Pascal ini.
1. Menu File : Didalam menu File banyak submenu yang bisa dipilih misalkan saja perintah Load / F3 yang berfungsi untuk memanggil berkas yang sudah tersimpan, dan banyak lainnya.
2. Submenu Load : Pilihan ini digunakan untuk memanggil program dari suatu folder atau directory ke dalam editor. Didalam submenu ini anda juga bisa memilih submenu yang lain dengan hanya menekan tombol huruf depan dari submenu yang dituju, contohnya anda mau ke submenu New, maka anda tinggal menekan huruf N.
3. Submenu Pick : Pilihan yang satu ini digunakan untuk mengambil salah satu dari beberapa buah program yang sebelumnya telah dimuat ke dalam jendela Edit. Hal ini ditujukan agar kita tidak perlu repot-repot lagi mencarinya di submenu load.
4. Submenu New :Program yang ada di editor akan dihapus dan program yang akan anda tulis dianggap sebagai program yang baru dengan nama NONAME.PAS, nama ini bisa anda rubah ketika anda mau menyimpannya.
5. Submenu Save [F2] : Pilihan ini digunakan untuk menyimpan suatu program yang sudah di edit ke dalam cakram atau folder, jika nama program itu masih NONAME.PAS maka Turbo Pascal akan menanyakan pada anda, nama apa yang akan anda berikan pada program yang akan disimpan tersebut. Atau anda juga bisa menekan tombol F2.
6. Submenu Write to : pilihan ini digunakan untuk menggantikan program lama dengan program yang baru (istilah kerennya Overwrite…☺). Jika nama program anda sudah ada pada cakram atau folder maka ada verifikasi dari Turbo Pascal untuk penggantian nama.
7. Submenu Directory : pilihan ini digunakan untuk menampilkan direktori dan nama-nama file yang anda inginkan. Anda juga bisa menggunakan pilihan Load.
8. Submenu Change Dir : Pilihan yang satu ini digunakan untuk menampilkan direktori yang sedang digunakan dan juga bisa digunakan untuk mengganti nama direktori yang baru.
9. Submenu OS shell : Perintah ini digunakan bagi anda yang ingin ke tampilan DOS tetapi tanpa mematikan Turbo Pascalnya, untuk kembali lagi ke Turbo Pascal, anda tinggal mengetikan “exit”, tetapi biasanya ketika anda sedang membuat suatu program atau mengedit suatu program perintah ini tidak dapat dijalankan karena kurangnya kapasitas memory.
10. Submenu Quit [Alt + x] : Dari namanya sudah jelas, perintah ini digunakan untuk keluar dari Turbo Pascal dan kembali ke prompt DOS.
11. Menu Edit : Perintah edit ini digunakan untuk mengaktifkan editor Turbo Pascal.
12. Menu Run [Ctrl + F9] : Perintah ini digunakan untuk mengeksekusi program yang sudah anda buat. Anda juga bisa menekan Ctrl + F9 untuk mengeksekusi program anda.
13. Submenu Program Reset [Ctrl + F2] : Pilihan ini digunakan untuk memberitahukan Turbo Pascal bahwa anda selesai dengan pembetulan-pembetulan dan menginisialisasi debugger untuk operasi yang lain. Pilihan ini sekaligus membebaskan pengingat yang telah dialokasikan dan menutup semua berkas, tetapi tidak merubah nilai-nilai perubah. Pilihan ini sangat berguna jika anda ingin menjalankan pilihan File / OS shell.
14. Submenu Go to Cursor [F4] : Pilihan ini digunakan untuk memulai / melanjutkan eksekusi program dimulai dari posisi saat eksekusi dimulai sampai tempat kursor berada. Jika kursor berada pada statement yang bersifat executable, seperti spasi atau baris komentar, maka eksekusi akan dilanjutkan sampai statement yang bersifat executable.
15. Submenu Trace Into [F7] :Perintah ini digunakan untuk mengeksekusi baris berikutnya, jika ada pemanggilan ke suatu subrutin, maka pelacakan akan dimulai dari statement pertama dari subrutin tersebut. Sekaligus juga akan memuat berkas-berkas atau unit Include jika dimungkinkan.
16. Submenu Step Over : Step over ini memiliki cara kerja yang hampir sama dengan Trace Into, hanya saja jika statement adalah sebuah prosedur atau fungsi, maka keseluruhan subrutin akan dikerjakan sekaligus dan debugger akan berhenti pada statement sesudah pemanggilan ke subrutin.
17. Submenu User screen [Alt + F5] : Pada umumnya perintah ini digunakan untuk melihat hasil dari program yang telah compile dan kita run. Pada tampilan ini IDE [Integrated Debugger Environment] berpindah-pindah pada saat anda menjalankan dan mendebug program. Perintah ini juga digunakan oleh File / OS shell.
Tampilan User Screen
18. Menu Compile [Alt + F9] : Perintah ini digunakan untuk mengkompile program atau bisa juga kita bilang kalau program yang telah kita buat tadi dengan bahasa pascal di terjemahkan kedalam bahasa komputer agar si komputer ini mengerti apa-apa saja perintah kita.
19. Submenu Make : Pilihan ini digunakan untuk mengaktifkan perintah make, jika file yang primer telah diberi nama, maka file ini akan dikompilasi, jika tidak maka file yang terakhir yang sedang dimuat di editor akan dikompilasi.. Pilihan ini sangat berguna jika terdapat beberapa program yang secara fisik terpisah tetapi secara logikanya merupakan suatu kesatuan.
20. Submenu Build : Perintah ini mirip dengan perintah make, hanya saja perintah build ini sifatnya bebas, sedangkan perintah make hanya akan mengkompilasi file-file selain file yang digunakan.
21. Submenu Destination [Memory] : Perintah ini secara umumnya hanya berfungsi untuk memilih apakah hasil kompilasi akan disimpan dalam cakram atau folder sebagai file yang bertipe .EXE atau hanya di pengingat utama yang akan hilang pada saat anda keluar dari Turbo Pascal.
22. Submenu Find Error : Dari namanya anda pasti sudah tahu, yah perintah ini digunakan untuk menentukan lokasi kesalahan pada saat program dijalankan [run time error]. Lokasi kesalahan dinyatakan dengan format seg:off, misalnya 2BE0:FFD4. jika anda kembali ke IDE, turbo pascal akan menempatkan kursor pada baris dimana terjadi kesalahan. Jika anda terlanjur memindahkan kursor sembarangan maka anda bisa memindahkan kembali kursor ke tempat kesalahan dengan menekan Ctrl + Q + W.
23. Submenu Primary File : Perintah ini digunakan untuk menyatakan bahwa file .PAS akan dikompilasi pada saat make [F9] atau build [Alt + C + B] diaktifkan.
24. Submenu Get info : Tidak salah lagi, perintah ini digunakan untuk menampilkan jendela informasi dari program .PAS yang sedang anda gunakan, termasuk ukuran kode sumber [dalam sumber dan baris], ukuran file .EXE atau .TPU dalam byte dan data
25. Menu Options : Pilihan pada menu yang satu ini berfungsi mengkonfigurasi untuk mengoptimalkan penggunaan fasilitas-fasilitas pada turbo pascal.
26. Submenu Compiler : Pilihan ini didalamnya pun masih banyak perintah yang lainnya seperti pengecekan batas, pengecekan tumpukan dll, seperti yang anda lihat pada gambar di atas. contohnya pengecekan batas [Range checking] adalah sama dengan {$R}. sekarang saya akan coba jelaskan satu persatu agar lebih jelas dari masing-masing penggunaan ini.
27. Range checking [Off]: Perintah ini digunakan untuk menghidupkan atau mematikan pengecekan batas. Jika dihidupkan, kompiler akan membangkitkan kode yang akan mencek batas index pada array dan string dan juga nilai yang dihasilkan dalam suatu statement pemberian. Pilihan ini sama dengan petunjuk kompiler {$R}.
28. Stack checking [On]: Digunakan untuk menghidupkan atau mematikan pengecekan kesalahan operasi I/O. Jika dihidupkan pada saat terjadi kesalahan operasi I/O proses akan langsung dihentikan. Jika dimatikan, kode kesalahan akan tersimpan dalam fungsi IO Result. Pilihan ini sama dengan penunjuk kompiler {$I}.
29. Force far calls [Off]: Digunakan untuk memilih model pemanggilan terhadap prosedur atau fungsi yang telah dikompilasi. Model pemanggilan bisa secara far atau near. Pilihan ini sama dengan penunjuk kompiler {$F}.
30. Allign Data [Word] : Digunakan untuk mengatur cara penyimpanan perubah dan konstanta bertipe dari byte ke word atau sebaliknya. Pilihan ini sama dengan penunjuk kompiler {$A}.
31. Overlay Allowed [Off] : Mengaktifkan atau menonaktifkan pembakitan kode Overlay. Pilihan ini sama dengan penunjuk kompiler {$O}.
32. Var string checking [Strict] : Digunakan untuk mengendalikan cara pengecekan data string yang digunakan sebagai parameter berubah. Pilihan sama dengan penunjuk kompiler {$V}.
33. Boolean Evaluation [Short Circuit] : Digunakan untuk memilih pembangkitan kode pada saat operasi logika [operasi Boolean] dijalankan. Pilihan ini sama dengan penunjuk kompiler {$B}.
34. Numeric Processing [Software] : Digunakan untuk memilih pembangkitn kode operasi titik mengambang [floating point] yang didukung oleh Turbo Pascal. Pilihan ini juga sama dengan penunjuk kompiler {$N}
35. Emulation [On] : Mengaktifkan atau menonaktifkan linking dengan run – time yang mengemulasikan ke prosessor numeric 8087. pilihan ini sama dengan penunjuk kompiler {$E}
36. Debug Information [On] : Digunakan untuk membangkitkan atau tidak membangkitkan informasi pada saat didalam program terjadi kesalahan. Pilihan ini sama dengan penunjuk kompiler {$D}.
37. Local Symbol [On] : Digunakan untuk mengaktifkan atau menonaktifkan symbol informasi local.
38. Conditional defines: Digunakan untuk menyatakan penunjuk kompiler berkondisi.
39. Memory sizes: Digunakan untuk mengkonfigurasi peta pengingat. Dengan penunjuk kompiler{$M}.
40. Stack Size: ukuran segmen tumpukan maksimum 64 K dengan standart 16 K.
41. Low Heap limit: ukuran heap minimum standart adalah 0 K.
42. High Heap limit: ukuran heap maksimum adalah 655360 byte.
43. Submenu Linker Pilihan ini digunakan untuk mengatur konfigurasi built in linker.
44. Map File [Off] : Menentukan berapa banyak informasi dalam berkas peta map yang akan dihasilkan. Berkas peta akan ditempatkan dalam direktori .EXE dengan akhiran .MAP
45. Segment : Informasi segment [Nama, Ukuran, Awal dan Akhir segment dan kelasnya].
46. Public : Informasi segment, semua nama-nama symbol dan alamatnya dan titik masukkan program.
47. Detailed : segement, informasi symbol dan titik masukkan program dan nomor barisnya dan tabel-tabel modul.
48. Submenu Environment Pilihan ini digunakan untuk memberitahukan Turbo Pascal dimana bisa ditemukan berkas yang akan dikompilasi, di link dengan dilengkapi dengan menu-menu pertolongan.
49. Config Auto Save [Off] : Digunakan untuk mencegah kehilangan setting komfigurasi yang telah anda lakukan.
50. Edit Auto Save [Off] : Digunakan untuk mencegah kehilangan berkas yang disebabkan oleh penyimpanan otomatis pada saat anda menggunakan Run / Step Over atau Run / Run.
51. Backup Files [On] : Secara standard, turbo pascal akan membangkitkan berkas backup pada saat anda menyimpan berkas. Yang biasa kita lihat dengan .BAK
52. Tab Size [2] : Digunakan untuk mengatur ukuran Tab pada editor. Ukuran yang diperbolehkan adalah 2 sampai 16 dengan defaultnya 8.
53. Zoom Windows [Off] : Jika di On kan maka, Jendela Edit, Watch, dan Output akan diperluas sampai satu layar penuh.
54. Screen Size [25 line] : Digunakan untuk memilih ukuran layar. Dengan standard 25 baris, 43 baris [EGA] atau 50 baris [VGA]. Pilihan ini hanya bisa diaktifkan jika perangkat kerasnya mendukung.
55. Submenu Directories : Pilihan menu ini digunakan untuk menunjukkan kepada Turbo Pascal lokasi setiap direktori yang diperlukan.
56. Turbo directory : Digunakan untuk menemukan berkas konfigurasi [.TP] dan berkas pertolongan [Turbo.HLP].
57. EXE & TPU directory : Digunakan untuk menyimpan berkas .EXE dan .TPU.
58. Include Directories : Digunakan untuk menentukan direktori yang berisi Include File.
59. Unit Directories : Digunakan untuk memberitahu TP dimana berkas-berkas unit berada.
60. Object Directories : Digunakan untuk menentukan direktori yang berisi berkas [.OBJ].
61. Pick file name : Digunakan untuk menentukan nama dan lokasi pick file.
62. Current pick file : Digunakan untuk menunjukkan nama dan lokasi pick file, jika ada.
63. Submenu Parameters : Digunakan untuk memberikan parameter baris perintah [Command Line parameters] pada program-program yang akan dijalankan.
64. Submenu Save Option : Digunakan untuk menyimpan semua pengaturan dalam menu Compiler, Environment, dan Directories dalam berkas konfigurasi [standardnya adalah TURBO.TP]
65. Submenu Retrieve Options :Digunakan untuk memuat berkas konfigurasi yang sebelumnya disimpan dengan pilihan save.
66. Menu Debug : Pilihan-pilihan yang ada dalam menu ini terutama digunakan untuk melacak nilai-nilai perubah, mencari letak suatu fungsi atau prosedur dan lain-lain.
67. Submenu Evaluate [Ctrl + F4] : Dengan pilihan ini anda akan dibawa ke suatu jendela dengan 3 kotak yang memungkinkan anda untuk menuliskan sembarang nama perubah / ungkapan, menunjukan nilai perubah / ungkapan saat itu an memungkinkan anda untuk memberikan nilai yang baru untuk sembarang perubah.
68. Submenu Call Stack [Ctrl + F3] : Pada saat anda melakukan debugging, suatu jendela yang menunjukan daftar pemanggil prosedur dan fungsi akan terlihat.
69. Submenu Find Procedure : Memungkinkan anda untuk menuliskan nama prosedur dan fungsi dan kemudian mencari dalam program yang sedang anda aktifkan.
70. Submenu Integrated Debugging [On] Jika dipilih On, debugging dilakukan menggunakan IDE.
71. Submenu Stand Alone Debugging [Off] Jika diset Off, dan compile / destination dipilih ke Disk debug information akan ditambahkan ke dalam berkas .EXE untuk digunakan oleh Turbo Debugger.
72. Submenu Display Swapping [Smart] Penampilan pada layar bisa dipilih salah satu dari 3 pilihan, Smart, Always atau Never.
• Smart : debugger akan melihat kode yang sedang dieksekusi untuk melihat apakah perlu menampilkan hasilnya ke layar.
• Always : pilihan ini akan menyebabkan layar dipindah setiap kali suatu statement dieksekusi.
• Never : pilihan ini akan memberitahukan debugger untuk tidak melakukan pemindahan layar.
73. Submenu Refresh Display : Pilihan ini digunakan untuk memanggil kembali layar IDE. Hal ini perlu, terutama jika program anda merusak tampilan yang sudah ada dalam layar.
Menu Break / Watch
74. Submenu Add Watch [Ctrl + F7] : Digunakan untuk menambahkan rinci data, perubah atau ungkapan kedalam jendela watch.
75. Submenu Delete Watch : Untuk menghapus ungkapan dalam jendela Watch pada saat jendela ini terlihat.
76. Submenu Edit Watch : Pilihan ini akan membawa posisi watch ke kotak input sehingga anda bisa mengubahnya.
77. Submenu Remove All Watches : Menghapus semua rinci dalam jendela watch sekaligus memperkecil ukurannya sampai minimum.
78. Submenu Toggle Breakpoints [Ctrl + F8]: mengatur suatu baris sebagai breakpoint. Dalam editor breakpoint ditunjukkan dengan highlight text.
79. Submenu Clear All Breakpoints: Menghapus semua breakpoint yang telah diset.
80. Submenu View Next Breakpoint : Digunakan untuk menggerakkan kursor ke posisi breakpoint berikutnya.
Perintah Dasar untuk Menggerakkan Kursor
Tombol Fungsi
Ctrl + S atau panah kiri
Ctrl + D atau panah kanan
Ctrl + A atau Ctrl + panah kiri
Ctrl + F atau Ctrl + panah kanan
Ctrl + E atau panah naik
Ctrl + X atau panah turun
Ctrl + W
Ctrl + Z
Ctrl + R atau PgUp
Ctrl + C atau PgDown Bergerak ke kiri satu karakter
Bergerak ke kanan satu karakter
Bergerak ke kiri satu kata
Bergerak ke kanan satu kata
Bergerak ke atas satu baris
Bergerak ke baah satu baris
Memutar layar ke atas
Memutar layar kebawah
Kehalaman sebelumnya
Kehalaman berikutnya
Perintah Kursor Tambahan
Tombol
Ctrl + U
Ctrl + O + I atau Ctrl + Q + I
Ctrl + P
Ctrl + K + D atau Ctrl + K + Q
Ctrl + Q + F
Ctrl + Q + A
Ctrl + Qn
Ctrl + Q + W
Ctrl + O + O
F10
Ctrl + F1
F3
Ctrl + O + F
Ctrl + Q + [
Ctrl + Q + ]
Ctrl + L
Ctrl + Q + L
Ctrl + K + S atau F2
Ctrl + Kn
Ctrl + I atau Tab
Ctrl + O + T atau Ctrl + Q + T
Ctrl + O + U Fungsi
Membatalkan kegiatan
Meng – On atau meng – Off kan autoindent
Awal karakter kendali
Keluar dari editor tanpa menyimpan
Mencari kata
Mencari kata dan menggantinya
Mencari penanda tempat
Menuju ke posisi kesalahan
Menyisipkan penunjuk kompiler
Mengaktifkan menu utama
Pertolongan bahasa
Memuat berkas
Mengisi On / Off secara optimal
Pasangan tanda kurung kedepan
Pasangan tanda kurung kebelakang
Mengulang pencarian terakhir
Menyimpan kembali baris
Menyimpan dan meneruskan
Mengatur penanda tempat
Tab
Mode Tab
Unindent On / Off
Tombol-Tombol Kendali Operasi Blok
Tombol Fungsi
Ctrl + K + Y
Ctrl + K + V
Ctrl + K + C
Ctrl + K + W
Ctrl + K + H
Ctrl + K + R
Ctrl + K + T
Ctrl + K + P
Ctrl + K + I
Ctrl + K + U
Menghapus blok
Memindah blok ke tempat lain
Membuat duplikat blok
Meyimpan blok ke dalam cakram
Menyembunyikan atau menampilkan blok
Membaca blok dari cakram untuk digabung di merge
Menandai satu kata
Mencetak satu blok
Mengident blok
Mengunident blok
Untuk lebih jelasnya tentang pengoperasian blok diatas, lebih baik kita langsung saja praktekan, disini saya akan memberikan contoh yang paling mudah yaitu mengkopi blok
Tampilan sebelum suatu blok dipilih Procedure FLU.GERAK samapai end [8 baris] akan dipilih sebagai blok. Maka kita letakkan kursor kita di huruf p di kata procedure dan kita tekan Ctrl + K + B. kemudian kursor dipindahkan ke tempat di sebelah kanan d dari kata end dan kita tekan Ctrl + K + K. maka tampilan akan berubah menjadi tampilan yang dibawah ini.
Tampilan setelah diblok Untuk mengkopi blok, tempatkanlah kursor dimana blok tersebut akan dikopi. Kemudian tekanlah Ctrl + K + C maka blok akan dikopi. Begitu juga dengan perintah blok yang lain, caranya sama dengan teknik pengkopian diatas…
Tampilan sesudah di kopi Nah, itulah sekilas tentang Editor di dalam Turbo Pascal, semoga bisa membantu anda yang menyukai pascal dan yang belum mencoba silahkan mencoba karena gak ada salahnya anda memiliki ilmu yang banyak….. Dan tunggu edisi berikutnya….
3 comments:
Teguh Widodo said...
terimakasih brow....atas petunjuknya :)
didie said...
salam kenal...!
sy perlu bantuan nih...!begini sy punya rangkaian melalui port printer menggunakan LDR, sy bingung programnya (pascal) buat menghidupkan uotput pd saat LDR di tutup.mohon bantuan program sederhananya seperti apa?trim's
sy perlu bantuan nih...!begini sy punya rangkaian melalui port printer menggunakan LDR, sy bingung programnya (pascal) buat menghidupkan uotput pd saat LDR di tutup.mohon bantuan program sederhananya seperti apa?trim's
KurniawanAdiatmaP. said...
makasih bro
Subscribe to: Post Comments (Atom)
About Me
Chaika Catherine qq Ady
Jakarta Utara, DKI Jakarta, Indonesia
Pascal Overview
Tuesday, 24 June 2008 12:11
Pascal adalah bahasa tingkat tinggi (high level language) yang orientasinya pada segala tujuan, dirancang oleh Profesor Niklaus Wirth dari Technical University of Zurich, Switzerland. Nama Pascal diambil sebagai penghargaan terhadap Blaise Pascal, ahli matematik dan filosofer terkenal abad 17 dari Perancis.
Profesor Niklaus Wirth memperkenalkan kompiler bahasa Pascal pertama kali untuk komputer CDC 6000 (Control Data Corporation) yang dipublikasikan pada tahun 1971 dengan tujuan membantu mengajar program komputer secara sistematis, khususnya untuk memperkenalkan pemrograman terstruktur.
Dalam waktu singkat, Pascal telah menjadi bahasa yang populer di kalangan pelajar universitas dan merupakan bahasa yang diajarkan di beberapa perguruan tinggi. Beberapa profesional komputer juga mulai beralih ke bahasa Pascal. Kenyataannya, Pascal merupakan bahasa yang paling cepat populer dibandingkan dengan bahasa-bahasa komputer tingkat tinggi yang lainnya.
Standar Pascal adalah bahasa Pascal yang didefinisikan oleh K.Jensen dan Niklaus Wirth. Penerapan nyata dari standar Pascal banyak yang berbeda dengan seperti apa yang telah didefinisikan oleh K. Jensen dan Niklaus Wirth. Standar Pascal di Eropa didefinisiakn oelh ISO (International Standards Organization) dan di Amerika oleh kerjasama antara ANSI (American National Standar Institute) dengan IEEE (Intitute of Electrical and Electronic Engineer).
Beberapa versi dari Pascal yang telah beredar di pasaran, di antaranya UCSD pascal (University of California at San Diego Pascal), MS-Pascal (Microsoft Pascal), Apple Pascal, Turbo Pascal dan lain sebagainya. Sampai saat ini untuk komputer-komputer mikro dan personal, Turbo Pascal merupakan versi bahasa Pascal yang paling populer dan banyak digunakan. Kompiler Turbo Pascal banyak digemari, karena terutama bersifat interaktif, seperti interpreter saja layaknya. Selain itu Turbo Pascal mengikuti definisi dari standar Pascal seperti yang didefinisikan oleh K. Jensen dan Niklaus Wirth di Pascal User Manual dan Report. Turbo PASCAL adalah copyright dari Borland Inc. dan dapat digunakan pada sistem operasi PC-DOS, MS-DOS, CPM-86 dan CP/M-80. Berikut yang penulis pakai adalah Turbo Pascal versi 7.0.